Muklisin

Muklisin, SHI. MH adalah Guru di Sd It Ad-Dhuha Bungo yang didirikannya pada tahun 2014 di bawah Yayasan Anak Kita Bungo. Lahir di Sarko tgl 24 April 1983. Sela...

Selengkapnya
Navigasi Web
“Embun pagi AD-Dhuha”

“Embun pagi AD-Dhuha”

“Embun pagi AD-Dhuha”

Oleh Arthadi Fitria Utami

Pagi itu berawal dariku, dari aku seorang gadis jogja yang baru pertama kali meninggalkan kota kelahirannya. Kota istimewa dimana aku pertama kali menghirup udara di dunia hingga menjadi seorang yang lebih dewasa. Kota Jogjakarta yang begitu istimewa dan dirindukan oleh setiap orang yang pernah singgah di dalamnya. Ketika pesawat terbang membawaku menuju kota baru, hatiku sungguh amat sangat tak menentu. Aku terbang bersama suamiku, imamku, kekesih dan teman hidupku. Pesawat mendarat dan membawaku ke sebuah kota kecil bernama kuamang kuning. Bagimu yang belum tahu, Kuamang kuning adalah salah satu kota kecil di kabupaten Bungo Jambi. Yah … aku berada di Jambi, kini aku telah sah menjadi seorang perantau bersama suamiku. Aku dan suami tinggal di perumahan dalam sebuah perusahaan kelapa sawit yang cukup terkenal. Bagiku yang seorang yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kota baru, tentulah amat sangat berat. Aku harus mulai belajar membiasakan diri untuk hidup di kebun, yah kebun karena perumahan tempatku tinggal dikelilingi dengan hutan konserfasi dan juga hutan kelapa sawit. Apakah aku akan dapat bertahan? Apakah aku mapu hidup di tempat baru yang belum pernah ku kenal? Lalu apa aku akan mempunyai teman ? bagiamana dengan kegiatan sehari-hari yang akan ku lakukan? Sungguh begitu banyak kekhawatiran yang ku rasakan sebenarnya. Dan yang paling berat adalah sebuah pertanyaan apakah aku akan merindukan jogja?. Dan inilah jawabannya,

Hari pertama berada di kebun, mulai berkenalan dengan tetangga dan rewangku, Alhamdulillah di sini kami mempunyai fasilitas rewang atau asisten rumah tangga dan rumah tentunya… awalnya aku bingung, bagaimana cara menjadi terbiasa hidup dengan orang-orang baru sedangkan semenjak pertama sampai suamiku langsung mulai bekerja di pabrik. Aku sendirian harus berkenalan harus membiasakan. Dan Alhamdulillah ku mampu lakukan. Singkat cerita aku menjadi salah satu jajaran ibu staff dan mengikuti kegiatan-kegiatan para istri staff di perusahaan ini. Apa saja kegiatanya? Aku akan menjawabnya secara singkat. Sebenarnya kegiatan di sini cukup banyak jika saat-saat tertentu dan akan menjadi sangat lengang jika tidak ada moment tertentu. Dari mulai rewang ibu-ibu, wirid, PKK, Olah raga, Kunjungan-kunjungan, makan-makan, jalan-jalan, ke pasar bersama, daaaaaan banyak lagi. Aku bukan merasa kurang dengan semua kegiatan yang ada, namun aku merasa ada yang kosong di setiap hari-hariku. Di jogja dulu semua aku begitu sibuk dengan kegiatan yang sungguh amat sangat berbeda, dari mulai kuliah bekerja paruh waktu di apotek, menajdi asisten dosen dan aktif di berbagai organisasi yang penuh dengan anak muda, penuh dengan ilmu baru. Begitulah jawaban dari pertanyaan terakhirku dan Aku dengan mantab menjawab aku saangat amat merindukan jogja dan segala hal yang berada di dalamnya. Aku rindu dengan kegiatanku yang membuatku begitu bahagia dan menikmati setiap waktu yang kuhabiskan setiap harinya, dari mulai pagi berangkat ke kampus untuk kuliah dan mengerjakan tugas asisten dosen entah itu penelitan sampai pemberkasan hingga pulang sebentar lalu berangkat bekerja di apotek sampai malam. Banyak sekali cerita yang berkesan dari beliau-beliau yang begitu hebat. Meskipun lelah tetapi hati ini sungguh amat bahagia.

Sekarang berada di sini jauh dari orang-orang yang ku sayang, jauh dari sahabat-sahabat seperjuangan berat memang, tapi aku harus belajar untuk bertahan. Biasanya di jogja toko buku adalah temat terasik untuk belanja, tapi di sini ku tak menemukan toko buku sebesar dan sebanyak jogja, cemas? Iya tentu saja bagaimana aku harus mengisi waktu dan menambah ilmu selain dari perkumpulan yang ada di perumahan ? hmmmm begitulah dilema saat awal berada di kebun. Disitulah aku berusaha setiap harinya untuk membuat hari-hari di kebun tidak begitu membosankan, dengan membeli beberapa perlengkapan masak. Sampai suatu ketika aku terfikir untuk mencari lowongan pekerjaan, banyak tawaran untuk ikut membantu di kegiatan di perumahan, tetapi hati ini merasa ingin mencari sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang begitu baru, sesuatu yang ada di luar dari tembok gagahnya deretan pohon kelapa sawit.

Sampai pada akhirnya, alhamdulillah melalui teman suamiku ku mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan menjadi seorang guru SD di kuamang kuning. Informasi itu didapatnya melalui salah satu jejaring social yang begitu masih familiar di kota ini yaitu facebook. Belum sampai hanya mendapat informasi itu saja, aku pun harus meminta izin dulu kepada suamiku kepada orang tuaku dan mertuaku juga disskusi dengan sahabat-sahabatku. Aku ceritakan keadaan di sini bahkan sampai ku rekamkan kondisi jalan menuju lokasi tempatku akan bekerja. Lagi-lagi Alhamdulillah restu dari seluruh orang yang kusayangi telah berhasil ku dapat, mulailah mengumpulkan berkas-berkas yang akan diserahkan, untuk CV kuserahkan kepada suamiku yang begitu amat sangat cerdas hehehe dan untuk berkas-berkasku di jogja kuserahkan kepada ayahku yang akan mengirimnya melalui pos. sebenarnya aku memiliki satu doa, jika memang rejekiku di SD IT ad Dhuha maka dekatkanlah dan jika tidak maka aku memohon untuk segera diberikan momongan. Setelah semua hal yang aku butuhkan siap, aku mengantarkan berkas menuju SD IT Ad Dhuha dengan diantar suamiku tentunya,Alhamdulillah lagi dan lagi ternyata ada salah satu guru SD IT Ad Dhuha yang juga tinggal di perumahan, namanya bu Dewi lalu mulailah segala informasi yang ku butuhakan muai bertambah lengkap. Sampai suatu ketika setelah sekian lama menunggu kabar dari SD Ad-Dhuha aku iseng mencoba alat tes kehamilan yang ternyata benar bergaris merah dua, oh begitu bahagianya aku gemetar tanganku membawa hasil tes itu ke tetanggaku dan katanya benar aku akan segera memiliki buah hati. Alhamdulillah alhamdulillah setelah berikhtiar akhirya salah satu doaku terijabah.

Mulai dari saat itu aku sudah tidak terlalu berharap akan dipanggil ke SD karena menurutku mungkin aku bukan masuk dalam kwalifikasi ssehingga aku tak segera di panggil untuk menjalani tes. Namun sungguh tanpa ku duga angina segar lagi-lagi datang, panggilan untuk tes. Awalnya ku begitu ragu bagaimana dengan bayiku ketika harus melewati perkebunan sering dengan kondisi yang begitu parah karean jalan yang rusak terkena hujan, yahh karena jalan di kebun tak semulus di jogja, disini jalan yang harus ku lalui sangat berbatu dan ketika hujan akan licin oleh tanah yang berubah menjadi lumpur. Maka ku mulai berdoa lagi jika memanng ini jalanku untuk menjadi lebih baik maka mampukan aku ya Allaah dan selalu sehatkan bayiku.

Saat yang dinanti tiba, saat pengumuman dan hasilnya adalah aku diterima untuk magang di SD IT AD-Dhuha. Alhamdulillah begitu indah dan amat sangat menawan cara Allaah untuk memberikan nikmat kepadaku. Hari pertama ku berangakat bersama bu dewi yah alhamdulillah lagi suamiku telah membelikan motor untukku meskipun sekarang ketika jalan serta cuaca tidak mendukung akhirnya aku diantar oleh suamiku tersayang. Mulai awal satu minggu pertama bekerja, begitu happy sekali bagaimana tidak? Aku bersama dengan anak-anak bayi yang begitu lucu di TPA, tingkah caper anak SD dan TK pun begitu lucu. Tapi kekhawatiran itu tentu ada untuk bayiku bagaimana dengan keadaanya ketika selalu ku bawa ke sekolah dengan kondisi jalan yang seperi demikian, tapi alhamdulillah ketika kami menemui dokter kandungan, beliau menjawab bahwa bayiku sehat dan rahimku kuat. Tak hentinya rasa syukur ku ucapkan di tengah banyak kemelut di hatiku dari lingkungan di mulai yang berasal dari perumahan dan dari hal lain yang sedikit mengusikku.

Di tengah kemelut itu aku mulai mencoba memperbaiki diriku, menemukan lingkungan yang begitu amat sangat islami membuatku semangat pula untuk memperbaiki diriku ini dari mulai memakai jilbab lebar dan mulai mencoba menghafal doa dan surat. Embun pagi itu begitu mengenai hatiku tepat menuju jantungku bukan karena aku harus berangkat amat sangat pagi karena agar suamiku tidak telat ketika mengantarku dan jam 6.00 kami berangkat sampai saat harus selalu pulang terakhir karena menunggu jemputan suamiku yang selalu pulang sore menjelang malam. Namun embun pagi amat sangat baik senyumku selalu mengembang ketika berangkat sekolah ku menemukan suatu rumah dengan 11 orang anak, rumah itu kecil dan ku lihat keluarga yang tinggal di dalamnya amat sangat sederhana dengan begitu banyak anak kecil yang tinggal di dalamnya. Mereka bahagia dan selalu tersenyum ketika aku dan suamiku lewat, oh begitu amat sangat mengharukan, inilah bukti dari hebatnya rasa syukur, bukti dari begitu besar nikmat Allah yang wajib kita syukuri dengan begitu keterbatasan harta tapi sesungguhnya mereka kaya kaya akan rasa syukur dan bahagia. Suamiku berkata bahagia itu begitu sederhana, ya sayang bagaia kita pun begitu sederhana. Embun pagi tak berhenti dari itu teman-teman baru yang begitu amat sangat baik membuatku merasa memiliki lingkungan yang nyaman untuk mengubah diriku menjadi lebih dan lebih baik lagi. Embun pagi begitu memberiku arti bagaimana cara diri untuk bersyukur dan berubah menjadi lebih berarti, mencetak generasi baru yang berjiwa islami. Insyaallaah buah hatiku ingin ku arahkan menjadi seorang penghafal Al-Qur’an seperti halnya siswa Ad-Dhuha. Begitulah cerita embun pagi yang begitu berarti, dan aku yakin tak akan pernah berhenti akan banyak lagi cerita yang akan ku bagi, namun untuk saat ini cerita embun pagiku cukup sampai di sini dan esok aka nada cerita embun pagi yang menakjubkan kembali

Selesai…sementara….

ditulis kembali oleh : Muklisin. SHI.MH

(ketua yayasan Anak Kita Bungo) JAMbi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

search